Selasa, 09 Oktober 2012

Membuat SIM (part 1)

Leave a Comment
Whoho……….. terinspirasi dari pengalaman teman, dyah dari jogja. yang hanya menghabiskan 120rb an untuk membuat SIM… saya bulatkan tekad untuk menyudahi acara kucing-kucingan dengan polisi beberapa bulan belakangan ini..(maklum, SIM C belum di tangan.. tapi motor minta jalan..hehe)
LANGKAH PERTAMA
Buka website polda jateng & Polres Wonosobo (sesuai KTP). untuk memastikan persyaratan yang dibutuhkan. Ternyata kita butuh KTP, Surat keterangan Sehat, foto(yg diambil di polres), dan 75rbu untuk proses pencetakan SIM…
Eitss.. tunggu dulu,, ternyata ada sedikit perbedaan dari persyaratan yang dikeluarkan polres wonosobo dan polda, di website polres wonosobo, tercantum bahwa setiap pembuat SIM wajib membawa sertifikat mengemudi dan di polda tidak. Aturan yang dibuat oleh polres wonosobo mengacu pada peraturan UU NO.22 TH 2009 TENTANG LALU LINTASDAN ANGKUTAN JALAN BAB VIII PENGEMUDI PASAL 77 S/D 92,  Setahu saya, kewajiban memiliki sertifikat mengemudi hanya untuk pembuatan SIM UMUM, karena penasaran akhirnya saya googling tentang pasal tersebut, ternyata pada UU No.22 TH 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan Bab VIII PENGEMUDI Pasal 77 ayat 4 tertulis,
“Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi, calon
Pengemudi harus memiliki kompetensi mengemudi yang
dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan atau
belajar sendiri.”
Maka dengan modal membaca sedikit literatur tentang peraturan lalu lintas dan kemampuan bisa mengendarai sepeda motor dengan lancar di jalaln raya, saya beranikan diri saya untuk melakukan proses pembuatan SIM C di polres wonosobo. Dengan satu niat, saya nggak mau pake sertifikat mengemudi(denger-denger, harganya 150rb…pantesan biaya pembuatan SIM di wonosobo jadi mahal).
Read More...

Senin, 27 Februari 2012

The Importance of Being Educated

Leave a Comment
What’s the difference between a minister and a dustman?
What’s the difference between scientist and a beggar?
As we know, according to our UUD 1945 section 28, all Indonesia citizen have the same right to express their idea and deliver their opinion. But, do they have the same opportunity to be heard? 
It suppose to, but in reality everyone don’t have the same chance to be heard and to be seen.
President and minister have a wider capacity in the society than beggar or dustman. That’s why, they’ll be more respected, and supported. for this reason, they’ll be easier to deliver their idea, and also speak up their opinion.
The question is, how they got those abilities?
The answer is”Education” .
It’s undeniable that education really gives us a lot of beneficial, leading a children to catch their dreams, prevent the teenager from being astray, and finally transform an individual to be a person.
All of the education programs we did, from kindergarten until university. All are made by the experts, in order to prepare ourselves to be ready and survive in our daily life. It’s not as simple as we’re living to avoid dying, but life is about how we could give benefits to society, contribute to environment, and spreading this spirits to others.
furthermore, as has been noted above that education will lead us to become educated person, which means has a larger capacity to be heard and to be seen, So, “no doubt about being educated”.
Moreover, these days, the government has became more attentive with education, it can be seen from the huge amount of scholarship program which has been offered. It means that being educated is not a big deal of money anymore, it’s about willing, effort, and purpose.
As a conclusion, we could say that being educated is a need of life, because life is about sharing and giving, and being educated will make us easier to share and give.
Read More...

Minggu, 29 Januari 2012

Hard thing to decide…. (part 1)

Leave a Comment
mungkin bisa dibilang telat, saat saya menetapkan ini sekarang…
other people around me have thought about it and make decision.
but I’m not yet..
its all about 12 high school things…
university, goal…etc
sejak semester 2 kls 11 saya telah memberanikan diri dan memantapkan diri untuk melanjutkan studi ke STEI ITB..
I made it as my goal….
di awal kelas 12 tujuan saya masih di bidang yang sama, computer engineering,computer science, NTU saya jajaki..
Studying in singapore with a scholarship? why not, nothing to loose to try this.
STEI ITB tetap jadi pilihan bwt SNMPTN,,, ditambah beberapa sekolah dinas saran dari orang tua
STSN saya tetapkan sebagai sekolah dinas pilihan pertama,, yang dipelajari ilmu teknik persandian
setidaknya masih dalam lingkup matematika dan fisika….
namun akhir-akhir ini saya berubah pikiran,,,
alasan pertama
5 tahun yang akan datang, akan ada banyak teknisi dibidang computer dkk..
namun pikiran ini saya tampik,”If i have made decision about it,, I have to be work hard on it,
be professional, and become outstanding” I know it’ll be hard.. the way never so smoothly..
but i haven’t tried it yet.. (it’s not a trial.. it’ll be a serious time ahead)
If Allah S.W.T has permitted me to join with NTU or STEI ITB, nothing to worry about it.. come on Ana, You’ll got plus point…
so, 1st excuse is rejected
but, the 2nd excuse really blowing my head, my mind and my soul (especially as a woman… )
It was yesterday when I read a book from my counselor..
“Jadilah kau di dunia, seakan-akan kau orang asing atau orang yang sedang menyebrang jalan; dan anggaplah dirimu sebagai penghuni kubur”
Hadist diriwayatkan Ibnu Umar ra.
Seandainya manusia selalu sadar bahwa dirinya adalah musafir, tentulah ia takkan tersandung di jalan hidupnya dan tidak akan pernah mabuk oleh gemerlap dunia yang tidak ada artinya. Jika manusia sadar ia pasti akan melangkah mantap.
Saya hidup di dunia hanya numpang lewat, it’s like a short vocation.. I get lost in a trip, and when I ask the police to take me back home in heaven, I have to proof that really came from heaven. So,in this world i have to do good things with others..
Ibu, disela-sela percakapan telepon berkata, “Ya gitu nduk, bapak ibu mikirnya kaluau ana ndak mau masuk keguruan, ya ambil kedokteran, kan bagus buat perempuan, bisa beramal, biar bisa jadi dokter yang bener, pinter” “ya ana juga sempet mikir gitu” langsung ibu jawab “Alhamdulillah nek ana juga mikir gitu”
so friends,, anyone could help me???? give me some advice please….
Read More...

Senin, 23 Januari 2012

Dilema SNMPTN undangan..

Leave a Comment
1 februari 2012 pendaftaran SNMPTN undangan udah resmi dibuka..
tentunya, ini membawa angin segar untuk sebagian anak kls 12 SMA di Indonesia,
karena, modal nilai rapot kita bisa masuk UGM,UNAIR bahkan ITB/UI bisa bo’.
Nah, dikalangan anak kls 12 SMA sekolah saya,(khususnya yg ingin melanjutkan kuliah di luar semarang) hal ini menimbulkan dilema tersendiri,
Karena menurut berita yang tersiar di surat kabar, 60% dari kuota SNMPTN undangan diperuntukkan untuk murid SMA di wilayah sekitar universitas.
Jadi bisa dibilang dengan modal nilai rapot yang sama, anak SMA Bandung lebih possible msk ITB daripada anak SMA semarang..
Ditambah lagi.. sistem penyeleksisn siswa undangan yang diurutkan menurut indeks sekolah, membuat posisi anak-anak SMA saya sangat lemah.
Udah posisinya ada di pucuk Gunung Semarang, lulusannya belum banyak, swasta pula.
bayangin aja…..
almamater yang di UGM bisa diitung pake jari tangan+kaki.
almamater yang di ITB bisa diitung pake jari tangan,
almamater yang di UI bisa diitung pake jari hati,
almamater yang di UNAIR cuma sebiji,
dan sejauh yang saya tau, mereka semua juga masih pada kuliah.. So we’re in dangerous state…
Nah,, kalo mau cari yang kemungkinan diterimanya “agak ada” UNDIP & UNNES are the best choices..
tapi dasar anak-anak bermimpi tinggi, semangatnya berapi-api (moga2 jadi orang besar, amin)..
tetep aja pada gak rela lihat kenyataan, kalo masuk ITB,UI terkesan lebih susah dari kuliah di turki.
But nothing to loose.. SNMPTN undangan tetap patut dicoba dan diusahakan.. Do the best , let God do the rest
Read More...
.