mungkin bisa dibilang telat, saat saya menetapkan ini sekarang…
other people around me have thought about it and make decision.
but I’m not yet..
its all about 12 high school things…
university, goal…etc
sejak semester 2 kls 11 saya telah memberanikan diri dan memantapkan diri untuk melanjutkan studi ke STEI ITB..
I made it as my goal….
di awal kelas 12 tujuan saya masih di bidang yang sama, computer engineering,computer science, NTU saya jajaki..
Studying in singapore with a scholarship? why not, nothing to loose to try this.
STEI ITB tetap jadi pilihan bwt SNMPTN,,, ditambah beberapa sekolah dinas saran dari orang tua
STSN saya tetapkan sebagai sekolah dinas pilihan pertama,, yang dipelajari ilmu teknik persandian
setidaknya masih dalam lingkup matematika dan fisika….
namun akhir-akhir ini saya berubah pikiran,,,
alasan pertama
5 tahun yang akan datang, akan ada banyak teknisi dibidang computer dkk..
namun pikiran ini saya tampik,”If i have made decision about it,, I have to be work hard on it,
be professional, and become outstanding” I know it’ll be hard.. the way never so smoothly..
but i haven’t tried it yet.. (it’s not a trial.. it’ll be a serious time ahead)
If Allah S.W.T has permitted me to join with NTU or STEI ITB, nothing to worry about it.. come on Ana, You’ll got plus point…
so, 1st excuse is rejected
but, the 2nd excuse really blowing my head, my mind and my soul (especially as a woman… )
It was yesterday when I read a book from my counselor..
“Jadilah kau di dunia, seakan-akan kau orang asing atau orang yang sedang menyebrang jalan; dan anggaplah dirimu sebagai penghuni kubur”
Hadist diriwayatkan Ibnu Umar ra.
Seandainya manusia selalu sadar bahwa dirinya adalah musafir, tentulah ia takkan tersandung di jalan hidupnya dan tidak akan pernah mabuk oleh gemerlap dunia yang tidak ada artinya. Jika manusia sadar ia pasti akan melangkah mantap.
Saya hidup di dunia hanya numpang lewat, it’s like a short vocation.. I get lost in a trip, and when I ask the police to take me back home in heaven, I have to proof that really came from heaven. So,in this world i have to do good things with others..
Ibu, disela-sela percakapan telepon berkata, “Ya gitu nduk, bapak ibu mikirnya kaluau ana ndak mau masuk keguruan, ya ambil kedokteran, kan bagus buat perempuan, bisa beramal, biar bisa jadi dokter yang bener, pinter” “ya ana juga sempet mikir gitu” langsung ibu jawab “Alhamdulillah nek ana juga mikir gitu”
so friends,, anyone could help me???? give me some advice please….
Read More...
other people around me have thought about it and make decision.
but I’m not yet..
its all about 12 high school things…
university, goal…etc
sejak semester 2 kls 11 saya telah memberanikan diri dan memantapkan diri untuk melanjutkan studi ke STEI ITB..
I made it as my goal….
di awal kelas 12 tujuan saya masih di bidang yang sama, computer engineering,computer science, NTU saya jajaki..
Studying in singapore with a scholarship? why not, nothing to loose to try this.
STEI ITB tetap jadi pilihan bwt SNMPTN,,, ditambah beberapa sekolah dinas saran dari orang tua
STSN saya tetapkan sebagai sekolah dinas pilihan pertama,, yang dipelajari ilmu teknik persandian
setidaknya masih dalam lingkup matematika dan fisika….
namun akhir-akhir ini saya berubah pikiran,,,
alasan pertama
5 tahun yang akan datang, akan ada banyak teknisi dibidang computer dkk..
namun pikiran ini saya tampik,”If i have made decision about it,, I have to be work hard on it,
be professional, and become outstanding” I know it’ll be hard.. the way never so smoothly..
but i haven’t tried it yet.. (it’s not a trial.. it’ll be a serious time ahead)
If Allah S.W.T has permitted me to join with NTU or STEI ITB, nothing to worry about it.. come on Ana, You’ll got plus point…
so, 1st excuse is rejected
but, the 2nd excuse really blowing my head, my mind and my soul (especially as a woman… )
It was yesterday when I read a book from my counselor..
“Jadilah kau di dunia, seakan-akan kau orang asing atau orang yang sedang menyebrang jalan; dan anggaplah dirimu sebagai penghuni kubur”
Hadist diriwayatkan Ibnu Umar ra.
Seandainya manusia selalu sadar bahwa dirinya adalah musafir, tentulah ia takkan tersandung di jalan hidupnya dan tidak akan pernah mabuk oleh gemerlap dunia yang tidak ada artinya. Jika manusia sadar ia pasti akan melangkah mantap.
Saya hidup di dunia hanya numpang lewat, it’s like a short vocation.. I get lost in a trip, and when I ask the police to take me back home in heaven, I have to proof that really came from heaven. So,in this world i have to do good things with others..
Ibu, disela-sela percakapan telepon berkata, “Ya gitu nduk, bapak ibu mikirnya kaluau ana ndak mau masuk keguruan, ya ambil kedokteran, kan bagus buat perempuan, bisa beramal, biar bisa jadi dokter yang bener, pinter” “ya ana juga sempet mikir gitu” langsung ibu jawab “Alhamdulillah nek ana juga mikir gitu”
so friends,, anyone could help me???? give me some advice please….
